Hari Santo Ignasius

Kita yang Dikasihi, Mengasihi

“Kita mengasihi karena Allah lebih dahulu mengasihi kita”

[1 Yoh 4:19]

Kolese Gonzaga bersuka cita dalam peringatan seorang prajurit, pendosa dan perwira Tuhan. Sering dikutip karena kata-katanya yang bijak namun legowo, para murid dan guru mengenang Santo Ignatius Loyola pada hari pestanya. Tepatnya pada hari Selasa, 31 Juli 2018 pada pukul 7 pagi. Sebelum fajar, sekolah tersebut sudah dipenuhi para remaja yang tengah mempersiapkan perayaannya. Koor yang ceria dan nada nan meriah dapat terdengar ketika memasuki Aula Seminari. Sejumlah seminaris tengah berlatih sekali lagi menjelang misa. Dari biola yang lincah hingga piano yang ulung, Wacana Bhakti Symphony Orchestra menginkorporasikan para seminaris ke dalam kelompok musik sebagai bagian dari melatih mereka dalam humaniora. Repertoar mereka membungkus pesan Pater Leonardus Evert Bambang Winandoko dengan indah, alasan mengapa kita sebaiknya, harus dan akan mengembalikan kasih Tuhan kepada-Nya. Karena inilah pengakuan Tuhan kepada kita: Aku telah lebih dahulu mengasihi kamu.

 

Apresiasi diberikan kepada mereka yang berprestasi dalam berbagai bidang, baik itu akademis maupun non-akademis. Tidaklah aneh untuk melihat lebih dari enam puluh anak berbaris dan menerima sertifikat karena absensi mereka yang sempurna. Para juara dari ajang olahraga maupun seni digiatkan untuk berkontribusi lebih dan meningkatkan kemampuan mereka dalam bidang masing – masing. Mereka yang piawai dalam akademik juga diberi penghargaan dengan kehadiran beasiswa bagi mereka. Bahkan mereka yang telah menulis examen yang berkesan, yang merupakan salah satu metode Ignatian, tampak berbunga-bunga menerma penghargaan mereka. Makanan gratis kemudian dibagikan menggunakan kupon yang telah didistribusikan terlebih dahulu.

Kembali di Aula Seminari setelah istirahat, semuanya menyaksikan Trailer Gonzaga Festival 2018 dan After Movie Bazaar Amal 2018 sebelum menikmati Poni (Pojok Seni). Melodi melankolis seperti lagu Never Enough dari film The Greatest Showman dan jazz yang ria seperti Menghujam Jantungku milik Tompi ditampilkan oleh siswa-siswi mengiringi band. Penggemar lagu pun turut bernyanyi dan menari, beberapa juga mengabadikan penampilan yang ada dan mengunggahnya di platform media sosial. Apalagi perwakilan dari Surga (Suara Gonzaga) juga turut mempertunjukkan harmonisasi mereka. Penonton kian meminta tampilan tambahan, namun akhirnya tiba saatnya untuk Opera Magna.

Kebanyakan siswa berganti pakaian mengenakan kaos untuk memulai kegiatan terakhir hari ini. Dikenal sebagai Opera Magna, setiap kelas ditugaskan membersihkan area tertentu di sekolah. Berbekal sapu, pel, cairan pembersih dan sarung tangan, tiap orang bekerja berdampingan, bertukar giliran dan saling memperhatikan. Beban kerja terbagi dan efisiensi meningkat. Kegiatan terakhir ini juga merupakan bentuk syukur para murid kepada Tuhan untuk sekolah mereka, agar lebih sadar dan peduli kepada rumah kedua mereka. “Kasih lebih ditunjukkan dalam perbuatan ketimbang perkataan”, serupa dengan apa yang diungkapkan Santo Ignatius Loyola.

Ini hanyalah sebongkah dari kehidupan yang dijalankan Kolese Gonzaga dengan bimbingan Tuhan lewat perantara Santo Ignatius Loyola dan Santo Aloysius Gonzaga. Melangkah dalam kebenaran dan kebajikan mungkin bukanlah yang termudah, meski demikian Tuhan tetap menunjukkan kasihnya kepada kita. Melampaui kegelapan dan putus asa, ada harapan dalam kasih yang Tuhan telah berikan, apapun kita menyebut Tuhan kita. Semoga kita senantiasa mengasihi Tuhan, diri kita dan sesama, sebab Ia telah mengasihi kita terlebih dahulu.

In Omnibus Amare et Servire Domino

(EPP Gonz 31)