Gonzaga College Democracy

Jumat, 19 Januari lalu, Komunitas SMA Kolese Gonzaga baru saja berpartisipasi dalam pesta demokrasi yang diadakan setiap tahunnya, Pemilihan Ketua Senat periode 2018/2019. Kegiatan ini berlangsung sebagai tanda berakhirnya Periode Senat 2017/2018 yang sebelumnya diketuai oleh Elizabet Sekar. Diadakan sepulang sekolah di Aula Seminari, setelah dibuka dengan doa, acarapun dibuka dengan pengenalan dan debat calon ketua yang disambut meriah.

Ketiga kandidat, Samuel Tandangka, Armenius Gabriel, dan Antonius Dharma, dipanggil maju ke depan Aula Seminari dan duduk di tempat yang sudah disediakan. Segmen Pertama segera dimulai, yaitu presentasi dari masing-masing kandidat. Setiap kandidat diberikan waktu 15 menit untuk menjelaskan visi misi, kelebihan dan kekurangan pribadi, inovasi dan program kerja, serta timeline atau rencana kerja mereka selama 6 bulan pertama.

Samuel dengan nomor urut pertama maju dan menjelaskan visinya, yaitu Gonzaga Komunitas Kita. Ia juga menjelaskan inovasi yang ingin ia buat, diantaranya adalah dengan memperluas relasi dengan sekolah lain dan memberdayakan DPK (Dewan Perwakilan Kelas) terutama dalam forum. Berbeda dengan Armen, yang memiliki visi agar seluruh komunitas Gonzaga menjadi lebih kritis dan inovatif dengan berlandaskan semangat AMDG. Ia ingin berinovasi dengan melakukan penayangan video inspiratif bagi siswa-siswi. Terakhir, Dharma menampilkan visinya sebagai calon Ketua Senat, yaiu menjadikan Senat sebagai organisasi yang menjadi jembatan bagi siswa dan sekolah. Ia juga ingin berinovasi dengan mengaktifkan kembali forum dan kotak aspirasi.

Segmen selanjutnya dibuka, dan ketiga kandidat harus menjawab pertanyaan dari Tim Survei Gonzaga. Tiga pertanyaan yang diajukan oleh Moderatorpun berhasil dijawab dengan baik oleh ketiga calon ketua. Ketiganya menerangkan pandangan mereka dalam menetapkan target dalam setiap acara di Gonzaga, langkah mereka untuk menanamkan nilai simplicity di komunitas, dan menjelaskan cara mereka jika terpilih sebagai Ketua Senat untuk menumbuhkan partisipasi siswa dalam berbagai kegiatan yang ada. Acara berlangsung dengan sangat kondusif karena setiap siswa/i dan guru ikut mendengarkan dengan baik.

Acara semakin memanas pada Segmen Ketiga. Setiap kandidat membuat sebuah pertanyaan untuk dilemparkan kepada kedua lawannya yang lain, dan masing-masing mendapat kesempatan menjawab selama 30 detik. Pertanyaan yang diajukan berputar pada program kerja masing-masing kandidat, forum dan cara agar aspirasi siswa-siswi bisa tersampaikan, serta memastikan agar setiap acara yang diselenggarakan Senat bisa dijalankan dan disosialisasikan dengan baik.

Suasana sempat menjadi sedikit tegang karena masing-masing kandidat berusaha mengeluarkan pendapat serta argument yang kuat dan bisa meyakinkan segenap komunitas untuk memilih mereka. Tidak hanya menjawab pertanyaan dari lawan mereka, siswa-siswi juga mendapat kesempatan untuk mengajukan pertanyaan mereka dalam segmen selanjutnya.

Pertanyaan yang diajukan dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi spesifik, dimana siswa mengajukan maksimal dua pertanyaan kepada salah satu kandidat, dan sesi umum, dimana siswa mengajukan maksimal dua pertanyaan kepada ketiga kandidat sekaligus. Di sini, kemampuan setiap kandidat benar-benar diuji, karena pertanyaan ini diajukan secara langsung oleh orang-orang yang akan memilih mereka.

Ketiga kandidat menjawab pertanyaan yang tidak hanya membahas tentang kegiatan-kegiatan di Gonzaga, seperti keefektifan dan keikutsertaan setiap komunitas dalam berbagai acara yang diadakan Senat, tapi juga menguji inovasi-inovasi dan program kerja yang diajukan oleh masing-masing kandidat. Senat sebagai jembatan antara siswa dan sekolah memegang peranan penting di Gonzaga, sehingga setiap siswa/i ingin memilih kandidat yang terbaik.

Kegiatan pemilihan Ketua Senat diakhiri dengan promosi diri setiap kandidat agar memilih dirinya. Setelah itu, seluruh anggota komunitas kembali ke kelas perwalian masing-masing untuk menentukan pilihan mereka.

Seluruh komunitas menerima selembar kertas berisi foto ketiga kandidat Ketua Senat, dan mendapat kesempatan untuk mencoblos pilihannya. Surat suara kemudian dikumpulkan dan seluruh kegiatan pemilihan diawasi oleh panitia. Setelah selesai memilih, seluruh siswa/i diperbolehkan pulang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Beberapa hari kemudian, tepatnya pada hari Senin, 22 Januari 2018, nama Ketua Senat yang terpilih resmi diumumkan. Dari sekitar 700-an suara, Antonius Dharma mendapatkan suara terbanyak dan didaulat Ketua Senat periode 2018/2019. Setelah ini, Senat SMA Kolese Gonzaga siap membuka lembaran baru, dengan inovasi dan program kerja yang akan dibawakan oleh Dharma nantinya. Pesta demokrasi ini adalah cara civitas akademika Kolese Gonzaga belajar berdemokrasi sehingga mampu pula menjadi pemimpin yang baik. Men and Women For Others.