More Than Just a School

Bagi banyak keluarga, yang namanya menyekolahkan anak hanyalah sekedar tes masuk, membayar uang sekolah, dan sesekali mengambil rapor. Hal yang serupa juga dirasakan banyak murid, sekolah hanyalah tempat belajar dan bertemu teman. Namun, di SMA Kolese Gonzaga, antara orang tua, guru, murid, dan alumni, selalu terdapat ikatan dan rasa kebersamaan yang kuat. Kebersamaan ini membuat Kolese Gonzaga menjadi lebih dari sekedar sekolah, tapi juga sebagai “rumah”, tempat bertemu kembali dengan keluarga.

Sekaligus dalam rangka merayakan peringatan 30 tahun berdirinya, SMA Kolese Gonzaga mengadakan Family Gathering yang menjadi bagian dari rangkaian acara Gonzaga Lustrum Festival VI. Acara yang jatuh pada hari Minggu, 22 Oktober lalu tersebut diiikuti oleh seluruh guru dan karyawan, orang tua murid, siswa/i, dan alumni tersebut berlangsung dengan sangat meriah. Kegiatan ini diadakan bersamaan dengan L4RI, kegiatan lari bagi anggota Gonz Runner dan umum yang diprakarsai oleh Asosiasi Alumni Jesuit Indonesia dan GP Anshor NU.

Hari itu semua anggota komunitas Kolese Gonzaga datang dengan menggunakan angkutan Kopaja, yang sudah disediakan oleh pihak sekolah. Para orang tua mengenakan kaos bertuliskan Gonz for Indonesia yang aneka warna: kuning untuk orang tua kelas XII, merah untuk orang tua kelas XI, putih untuk orang tua kelas X, dan biru untuk alumni, sementara warna hitam untuk para guru dan murid.

Kegiatan diawali dengan penampilan dari para alumni yang membawakan beberapa lagu-lagu 90-an. Sementara itu, bazar dari Komunitas Wirausaha Gonzaga mulai dibuka, dan berbagai jenis makanan tradisional mulai diedarkan oleh beberapa siswa/i untuk disantap bersama. Pada hari itu juga diadakan peresmian 100 angkringkan dari KWG dengan simbol pemecahan kendi.

Rangkaian acara selanjutnya dibawakan oleh panitia dan diawali oleh sambutan dari Pater Winandoko, SJ selaku Kepala Sekolah SMA Kolese Gonzaga, dilanjutkan dengan penyerahan pohon baobab dari anggota IKAGONA (Ikatan Alumni Gonzaga) kepada beliau sebagai simbol harapan dan masa depan. Laskar Gonzaga juga ikut turun menampilkan yel-yel dan gerakan andalan dengan Nando selaku Ketua Laskar Gonzaga, yang mengawalinya dengan melompat turun dari arena wall climbing. Penampilan ini berlangsung meriah karena hampir seluruh siswa/i ikut bergabung didalamnya. Setelahnya kemudian seluruh komunitas menyanyikan lagu Mars Gonzaga.

Penampilan selanjutnya dibawakan oleh beberapa pater, frater, guru, dan murid yang terdiri atas Bu Kristal, Mr. Ryo, Fr. Daryanto, Pater Vico, Pak Iman, Arya, dan Kevin membawakan beberapa lagu. Setelahnya, diakhiri dengan latihan menyanyi lagu tradisional yang dipimpin oleh para MC untuk orang tua, dan juga acara menari bersama serta pembacaan pemenang door prize. Kegiatan berakhir pada pukul 11.00 WIB dan para anggota komunitas pun kembali ke tempat mereka memarkir mobil di Beltway Office Park dengan menggunakan Kopaja yang sudah disediakan sekolah.

 

Family Gathering menjadi salah satu bukti nyata betapa kuat dan langgeng hubungan yang ada antar anggota komunitas SMA Kolese Gonzaga. Terbukti, bukan

hanya menjadi sekolah tempat mendidik dan membentuk pribadi-pribadi yang lebih baik, tapi lebih daripada itu selalu menjadi tempat untuk berpulang dan kembali. AMDG.